Tahu Kupat Primadona Magelang
Kuliner khas Magelang
adalah tahu kupat, pasti banyak yang bersepakat. Hidangan yang terdiri dari
irisan tahu, kupat, kol, tauge, dengan racikan bumbu kacang, bawang putih dan
kuah manis ini memang menjadi primadona Magelang. Jadi tidak berlebihan apabila
Magelang identik dengan kupat tahu atau sebaliknya. Yang menarik, banyak warung
tahu kupat di berbagai daerah turut menyisipkan kata Magelang untuk menarik
penikmat kuliner.
Terkait
asal-usulnya, belum ada yang bersepakat sejak kapan tahu kupat ada. Begitu juga
dengan nama tahu kupat atau kupat tahu, keduanya dipakai secara bergantian. Menariknya
lagi, di beberapa daerah mempunyai menu khas tahu kupat, sebut saja, tahu kupat
solo, tahu kupat Banyumas, kupat tahu bandung, kupat tahu Singaparna, dan lain
sebagainya. Masing-masing tidak berbeda jauh. Bahan dasar yang digunakan pun hampir
sama yakni, kupat, tahu, sayuran, dan kuah kacang.
Di Magelang, kupat
tahu sudah menjadi identitas. Hampir di setiap wilayah dapat ditemui penjual
tahu kupat. Meskipun berbahan dasar sama, masing-masing warung mempunyai ciri
khas masing-masing. Berikut beberapa warung tahu kupat yang terkenal di
Magelang. Pertama, Tahu Kupat Pak Pangat yang berada di Jalan Senopati Magelang
(dekat SMP Negeri 7). Warung ini dimiliki oleh Pak Supangat yang sudah
berjualan sejak 1985. Sebelum membuka kiosnya yang sekarang, Pak Pangat
berjualan menggunakan gerobak dorong hingga 1996.
Yang menarik dari
cara penyajian di warung pak Pangat ini, bumbu diracik langsung di piring saji.
Bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang putih, kacang tanah, diulek di piring. Selain
kupat dan tahu ditambahkan pula irisan bakwan yang empuk. Untuk menambah gurih,
dalam satu porsi kupat tahu diberi dua sampai tiga sendok kacang tanah. Setelah
itu, diguyur dengan kuah manis dan kecap dan kerupuk. Bagi yang menyukai sensasi
pedas dapat memesan khusus. Satu porsi tahu kupat Pak Pangat dijual dari harga
Rp 7000- Rp 10.000.
Selanjutnya,
Warung Tahu Pojok yang terletak di ujung Jalan Tentara Pelajar atau dekat
alun-alun Kota Magelang. Warung ini sekarang dikelola oleh generasi ketiga
mendiang Mbah Sodoriyo. Warung yang buka dari pukul 09.30-21.00 ini selalu
ramai pembeli. Di Warung Tahu adonan kacang dan kecap dijadikan kuah terlebih
dahulu. Sedangkan, bawang putih dan cabai tetap diulek di atas piring secara
langsung. Sembari menikmati kupat tahu, ciri khas warung yang pernah dipanggil
ke Istana Presiden sewaktu Presiden Soeharto ini menyediakan es cincau, es
dawet, es roti, dan sekuteng hangat.
Yang terakhir
Warung Tahu Kupat Domplang di daerah Blabak, Magelang tepatnya di seberang
pabrik kertas Blabak. Ciri khas tahu kupat Blabak terletak pada irisan kacang
tanahnya yang agak kasar. Inilah yang membuat tahu kupat Blabak lebih gurih dan
memunculkan efek “kriuk” saat masuk mulut. Satu porsi tahu kupat di Warung Tahu
Kupat Domplang cukup murah yakni Rp 6000. Uniknya lagi, di setiap meja turut disediakan
irisan dauh seledri segar. [M. Sofwan Hadi]

Komentar
Posting Komentar