Matstreif : Festival Kuliner Produk Petani Norwegia



Sabtu (14/09) menjadi hari yang menguntungkan ketika salah satu kawan mengajak  ke festival makanan berjuluk Matstreif di Rådhusplassen, Oslo, Norwegia. Sore mendung tidak menjadi soal bagi kami untuk berburu kuliner yang dipamerkan. Seorang kawan bercerita bahwa festival ini ditujukan untuk memperkenalkan produk ekologis berkualitas buatan dalam negeri (Norwegia). Hal itu untuk memotivasi konsumen agar tak hanya mengenal produk makanan impor, seperti Italia dikenal dengan keju terbaiknya atau Amerika Selatan dengan dagingnya.

Perjalanan menuju Marstreif ditempuh selama 20 menit dari Kirkeveien, jalan utama yang dekat dengan Universitas Oslo (UiO), menggunakan bus dan tram. Sesampainya di depan gedung parlemen Oslo, atau biasa juga disebut dengan Rådhusplassen, kami berhenti. Disanalah Festival Makanan Mastreif diselenggarakan. Penyelenggara menyediakan tenda-tenda putih di tepi laut dengan pemandangan dermaga dan jajaran kapal feri.  

Acara yang diselenggarakan pada 13 dan 14 September ini diikuti oleh para petani yang berasal dari Norwegia Barat dan Utara. Mereka mengolah ikan, daging sapi, kambing, moose, dan babi. Salah satu keunikan kuliner dari acara ini adalah daging moose atau bisa disebut juga sebagai rusa Norwegia. Moose bukanlah hewan ternak seperti halnya babi, sapi atau kambing. Hewan yang bisa memiliki tinggi sampai tiga meter ini hidup bebas di hutan pinus Norwegia. Untuk memburunya pun diperlukan lisensi khusus dari pemerintah. Sehingga mencicipi kuliner dari daging moose bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Di sini kami mencicipi daging moose yang diolah menjadi elgburger.

Menu lain yang sangat populer di Norwegia adalah pølsa. Olahan dari daging babi ini berbentuk seperti sosis dengan diameter dua hingga tiga centimeter dan diawetkan melalui pengasapan. Pada awalnya, masakan ini diolah sebagai persiapan menghadapi musim dingin yang bisa mencapai -20 C. Namun, pølsa juga sangat populer di musim-musim lainnya. Di musim panas, pølsa bisa menjadi menu utama kala berjemur sembari pesta barbeque di taman. Bahkan pølsa juga bisa menjadi penanda untuk berbagi kebahagiaan. Saya pernah mendapatkan pølsa gratis di salah satu taman UiO. Cara mengolah pølsa pun sederhana, cukup dipanggang lantas ditaburi bawang goreng dengan saos tomat dan mustard. Lantas disajikan bersama lompe. Bila di Indonesia, lompe ini sangat mirip dengan kulit pembungkus lumpia namun berbahan dasar dari kentang dan garam lantas dipanggang. Kombinasi keduanya memang nikmat.     

pølsa Mentah
proses pengolahan pølsa





















Olahan daging lain yang sangat terkenal adalah keju. Norwegia juga terkenal penghasil tilsiter, keju berwarna kuning berasal dari sapi dan kambing. Semakin kuning warna keju, maka proses fermentasi yang dilakukan semakin lama dan harganya pun semakin mahal. Namun di acara Matstreif, para peserta juga menyediakan keju yang masih berwarna putih. Biasanya orang Norwegia akan menikmati kuliner keju sebagai pendamping suasana nyaman (koselig) dan wine.  

Selain aneka olahan daging, festival makanan tiap musim gugur ini juga memanjakan kami dengan aneka olahan ikan. Salah satu yang menarik adalah matjes i lompe. Sesuai namanya, olahan makanan itu berasal dari ikan matjes. Saat itu kami menikmati kuliner ikan berdaging putih itu mentah, dipadu dengan salah satu akar pohon khusus yang berwarna merah  lantas dibungkus lompe. Kombinasi antara matjes dan lompe pun terasa sangat segar dengan campuran akar yang memberi kesan sedikit pahit.  



Bagi saya, menu paling favorit dalam festival itu adalah smoked salmon. Saya hampir menyicipi semua contoh smoked salmon yang disediakan oleh peserta nelayan. Laut Norwegia memang terkenal dengan salmon. Bahkan hampir di semua minimarket yang saya datangi di Oslo menyediakan salmon. Anda sendiri bisa berkreasi dengan kuliner salmon. Entah panggang atau goreng tak jadi soal, asal tidak terlalu panas untuk menjaga daging ikan tetap utuh. Namun satu kesan yang tidak bisa hilang adalah salmon asap. Sebelum diolah, ikan salmon yang segar akan di-fillet lantas diasapkan di rumah khusus milik nelayan menggunakan brick kilns (batu bata).

Momen satu tahun sekali ini memang tidak boleh dilewatkan. Selain tenda-tenda, panitia juga menyediakan tempat duduk dan air putih gratis dari keran. Pemandangan laut dan gedung parlemen tua menjadi cara unik untuk menikmati festival makanan. Satu saran yang harus dipertimbangkan adalah, datang ke festival satu jam sebelum festival tutup. Biasanya para peserta akan memberikan menu secara gratis atau bahkan diskon yang sangat besar. Saya dan kawan-kawan bisa mendapatkan matjes i lompe gratis dan juga diskon 50% untuk elgburger moose. Bahkan kami juga mendapatkan roti burger gratis sebagai pelengkap moose . Sore itu kami tutup dengan lengkap. Selamat jalan  Matstreif, semoga saya bisa datang lagi tahun depan. [Ciptaningrat Larastiti] 

Komentar

Postingan Populer