Legitnya Wingko Babat Semarang

Pekerja memotong kue wingko babat di kawasan, Desa Landung Sari, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (1/7). Antara Foto


Wingko babat merupakan salah satu dari sekian banyak penganan khas Kota Semarang. Wingko babat terbuat dari kelapa dan beras ketan sebagai bahan dasar utama. Berbeda dengan bandeng presto atau lumpia yang gurih, wingko babat mempunyai citarasa manis. Rasa inilah yang membuat wingko babat banyak diminati sebagai oleh-oleh wajib Semarang.

Meskipun identik dengan Semarang, wingko babat sendiri berasal dari sebuah dusun kecil di Lamongan, Jawa Timur, dusun Babat. Dari sejarahnya, wingko babat dikenalkan oleh seorang pegawai di Stasiun Tawang, Semarang, keturunan Tionghoa, D.Mulyono. Bersama sang istri, D Mulyono membuat wingko babat warisan orang tuanya.

Awalnya, pasangan suami istri asli Babat ini membuat wingko babat untuk tambahan penghasilan. Untuk mengenang tempat asli penganan ini, ditambahkanlah nama “babat” di belakangnya.

Lambat laun, wingko babat banyak diminati warga Semarang. Cikal bakal wingko babat ini mulanya banyak dijual di Stasiun Tawang. Karena diminati oleh banyak orang, pembuat wingko babat pun semakin bertambah.

Wingko babat biasa disajikan dalam potongan bulat kecil. Selain citarasanya, bungkus wingko babat mempunyai keunikan sendiri. Wingko babat dibungkus dengan kertas lipat dengan aneka rupa gambar. Beberapa gambar dan merek yang terkenal adalah “spoor” yang kini berubah menjadi “kereta api”, dan “Stoom mini”.

Buah tangan ini banyak ditemui di berbagai sudut Kota Semarang, seperti stasiun, terminal, dan tempat penjualan oleh-oleh. Nah, bagi Anda, jangan sampai ketinggalan untuk mencicipi penganan lezat ini. [M. Sofwan Hadi]


Komentar

Postingan Populer